TIPS DAN TRICK CARA MENGETAHUI BAHWA SESEORANG SEDANG MENGGERTAK DALAM SITUASI APAPUN





BAGAIMANA CARA MENGETAHUI bahwa lawan-main-poker Anda
benar-benar memiliki full house atau hanya kartu dua pasang? Atau
bagalmana Anda mengetahui bahwa kepala bagian Anda benar-benar
akan mengundurkan diri jika dia tidak naik jabatan? Ada satu cara
untuk mengetahui bahwa seseorang sedang menggertak, kapan pun
dan dalam situasi apapun, karena semua gertakan, dalam situasi
apapun, memiliki satu kesamaan.
Untuk memahami bagaimana teknik itu bekerja, mari kita
definisikan dulu apa itu gertakan. Seseorang dikatakan menggertak
apabila dia sangat menolak sesuatu tetapi berpura-pura menerimanya.
Atau, apabila dia menginginkan sesuatu, tetapi, berpura-pura
menolaknya. Karena itu, ketika menggertak, seseorang biasanya ber-
usaha tampil seolah-arah tak peduli padahal dia sangat peduli atau
berpura-pura peduli padahal dia tidak peduli.
Bagaimanapun, dia sedang berusaha menciptakan kesan palsu
untuk menyembunyikan maksud di hatinya. Ada sebuah kunci: orang
yang menggertak: umumnya terlalu menyeimbangkan
(overkompensasi), yakni di antara dua arah yang berlawanan dan hal
itu tampak sangat mencolok jika kita mencermatinya.
Anda bisa mengetahui dengan cepat suatu gertakan dengan
memerhatikan bagaimana seseorang berusaha tampil. Seorang pemain
kartu tiba-tiba melipatgandakan taruhannya, Apakah dia memiliki kartu
bagus, ataukah hanya sekadar keberanian? Ketika menggertak-dalam
kasus ini, dengan pegangan kartu poka, dia ingin menunjukkan bahwa
dia tidak gentar. Jadi dia menaruh uangnya dengan cepat, Tetapi, jika
dia benar-benar memiliki pegangan kartu yang bagus, apa yang
mungkin dia lakukan? Jelas, dia akan menaruh uangnya dengan tampak
peran dan hati-hati untuk menunjukkan bahwa dia tidak begitu yakin
dengan pegangan kartunya. Ketika orang menggertak, dalam hal
apapun, baik dalam permainan kartu maupun dalam dunia nyata,
mereka berusaha tampil seolah-olah sangat percaya diri. Hal ini berarti
bahwa mereka mencoba menciptakan kesan yang berkebalikan dengan
apa yang sesungguhnya mereka rasakan.
Sekali lagi, ketika menggertak dan dalam usaha tampil Percaya diri
dia bertaruh dengan cepat. Dan ketika dia memiliki pegangan kartu
bagus, dia sebenarnya akan menunggu sesaat atau bebarapa lama
untuk berpura-pura sedang memikirkan apa yang harus dilakukan. Hal
ini berlaku dalam semua situasi, Jika dia bereaksi terlalu, cepat dan
pasti, berarti dia sedang berusaha memperlihatkan bahwa dia percaya
diri, padahal, dalam banyak hal, dia sebenarnya tidak percaya diri.
Mari kita ambil contoh lain, Seorang partner di sebuah biro hukum
mengatakan bahwa dia akan pergi kalau dia tidak diizinkan menangani
kasus tertentu, Apakah ancamannya dibuat-buat, ataukah sungguh-
sungguh? Jika ancaman itu sungguhan, dia mungkin tidak berusaha
menunjukkan kepercayaan dirinya. Bagaimanapun, bawa percaya diri
yang berlebihan sangat mudah dirasakan ketika seseorang sedang
menggertak. Hal ini dikarenakan, kita bisa berasumsi bahwa jika dia
berada di biro itu, berarti dia memang menginginkan sesuatu darinya.
Dan dia “terpaksa” pergi hanya jika dia tidak mendapatkan apa yang
dia cari. Jadi, logika menunjukkan bahwa dia akan lebih memilih tinggal
dan menangani kasus daripada tidak mendapatkannya dan pergi.
Karena itu, jika dia mengungkapkan secara berlebihan keinginannya
untuk pergi bila tidak mendapatkan kasusnya, berarti dia hanya sedang
menggertak - karena kita tahu bahwa dia sesungguhnya tidak ingin
pergi, tetapi mencoba menciptakan kesan itu.
Jika dia serius dengan pendiriannya untuk pergi bila keinginannya
tak dipenuhi, maka dia akan tampak enggan dan tidak terlalu yakin
dengan pendiriannya, karena dia tidak senang berada dalam situasi ini.
Dia akan menundukkan kesungguhan karena dia tahu bahwa dia harus
pergi jika memang harus demikian. Tetapi, jika dia hanya menggertak,
maka tidak akan ada sesuatu yang terjadi karena dia tidak akan pergi!
Kedua sikap ini sangat berbeda sehingga mudah dibedakan mana yang
gertakan dan marta yang sungguhan.
Untuk memahami psikologi di balik semua ini, kita cukup
mencermati bagaimana orang pada umumnya menampilkan diri. Orang
yang mempunyai harga diri dan kepercayaan diri yang tinggi: bukanlah
orang yang memamerkan kepada dunia sekitar bahwa dia hebat. Orang
yang tidak percaya dirilah yang berusaha tampil penuh keyakinan dan
nyaris sombong, untuk menutupi perasaan dia sesungguhnya tentang
dirinya. Pada kenyataannya, dia sedang berusaha manampilkan “dirinya
yang palsu.” Dan seperti yang baru saja dijelaskan, hal ini juga identik
dan berlaku untuk situasi yang spesifik.
Dalam sebulan negosiasi, orang yang mengucapkan. kata-kata
seperti, “Aku akan pergi jika kamu tidak jujur padaku; aku tidak bisa
menerima hal ini, kamu akan Kehilangankku,” sebenarnya tidak akan
pergi ke mana-mana.... dia hanya menggertak. Orang yang percaya diri
tidak perlu mengatakan kepada orang lain bahwa dia percaya diri,
sikapnyalah yang akan menunjukkan hal itu. Orang yang tidak percaya
dirilah yang mengatakan pada orang lain. bahwa dia sangat percaya
diri, karena itulah satu-satunya cara yang biasa kita tempuh, Namun,
jika dalam negosiasi Anda mendengar kata-kata seperti, “Maaf kalau
kamu harus merasa seperti itu; jangan kecewa ya; aku tidak berpikir
begitu, tetapi kalau boleh aku memberikan satu pandangan,” maka
mereka mungkin mengutarakan hal yang tulus dan bukan gertakan.
Ingat, orang yang percaya diri -orang yang tidak menggertak- tidak
ambil pusing dengan anggapan orang lain, Dia akan cuek di hadapan
orang lain, tidak seperti orang yang menggertak, yang sangat
terpengaruh olah pandangan orang lain tentang dirinya,



Ringkasan Strategi
-  Kenalilah dengan cepat suatu gertakan dengan men-cermati
bagaimana seseorang berusaha tampil. Orang yang sedang
menggertak akan selalu melebih-lebihkan dirinya guna
menciptakan ilusi bahwa dia berpegang seratus persen pada
pendiriannya.

SEBELUMNYA


Comments