TIPS DAN TRICK CARA MENGATAKAN "TIDAK" DENGAN MUDAH DAN TANPA RASA BERSALAH





“TIDAK” ADALAH SEBUAH kalimat lengkap - jadi ucapkanlah.
Tetapi” jika Anda berpikir bahwa dengan mengatakannya Anda akan
masuk pada sebuah percekcokan, gunakanlah teknik berikut ini. Teknik
ini merupakan sarah satu alat psikologis terbaik dan bisa
menghindarkan Anda dari perasaan tidak enak dan tertekan.
Ada sebuah kaidah persuasi yang disebut hukum timbal balik
(resiprositas), yang pada intinya mengatakan bahwa ketika seseorang
berbuat baik pada kita, kita sering kali merasa perlu membalasnya. Kita
telah menyinggung hukum ini sebelumnya; itulalh alasan mengapa
kelompok-kelompok keagamaan membagikan setangkai bunga atau
hadiah lainnya di bandara. Mereka mengetahui bahwa kebanyakan
orang akan tergerak untuk memberikan sedikit sumbangan. Sekalipun
bukan kita yang meminta hadiah itu dan sekalipun kita mengetahui
bahwa kita tidak wajib menyumbang, tetap kita merasa tidak enak bila
tidak melakukannya, Ketika seseorang memberi kita sesuatu (misalnya,
waktu, informasi, hadiah, dari lain-lain) kita sering merasa berutang
budi kepadanya. Inilah juga sebabnya mengapa kita sering kali
kesulitan untuk tidak membeli sesuatu di toko setelah para pelayannya
“menghabiskan banyak waktu untuk kita. Kita akan merasa lebih
nyaman ketika kita membalas pemberiannya itu dengan cara tertentu-
dalam hal ini, membeli sesuatu di toko tersebut. Kebanyakan pelayan
toko sangat mengetahui bahwa jika mereka menginvestasikan banyak
waktu bersama Anda, dengan menunjukkan sebuah produk dan
memperagakan cara kerja atau fungsi produk itu kepada Anda, maka
Anda akan merasa agak berkewajiban untuk membelinya, meskipun
Anda tidak yakin apakah barang itu benar-benar Anda butuhkan.
Hukum timbal-balik ini bisa diterapkan secara terbalik, Tekniknya
adalah sebagai berikut: ketika Anda menolak permintaan seseorang,
mintalah sesuatu kepadanya tepat: setelah Anda berkata “tidak”
terhadap permintaannya. Dengan meminta sesuatu kepadanya, di
mana dia kemungkinan besar tidak mau mengabulkannya, Anda telah
menebus utang Anda segera setelah dia menolak permintaan Anda.
Cara kerja teknik ini sama dengan hukum timbal balik yang telah
dicontohkan di atas, yakni, bahwa membeli sepotong pakaian telah
menebus waktu yang dihabiskan oleh para pellayan toko bersama
Anda. Jadi ada perasaan tak sadar bahwa keseimbangan telah Anda
pulihkan. Anda mengatakan “tidak”, dia juga mengatakan “tidak” dan
kondisi impas ini, anehnya dapat membuat: dia tidak
mempermasalahkan penolakan Anda.
Misalnya, seorang teman menelepon Anda dan bertanya apakah
Anda bisa meminjaminya mobil. Anda menjawabnya dengan, “Maaf,
kawan, aku tak bisa meminjamkannya karena aku akan memakainya,
tetapi aku senang kamu telah meneleponku, Apa kamu! ada waktu
untuk mengajak jalan-jalan anjingku ketika aku keluar kota minggu
depan?” Kini, dia harus meminta maaf kepada Anda dan memberikan
alasan mengapa dia tidak bisa memenuhi permintaan Anda. Teknik ini
sangatlah efektif, bahkan untuk orang-orang yang beruaaha
“memancing rasa bersalah Anda.” Mereka akan kesulitan mendesak
Anda setelah mereka menolak permintaan Anda. Mereka akan merasa
kikuk dan tidak enak hati untuk menekan Anda agar memenuhi
permintaan mereka. Tetapi, ada satu catatan di sini: pastikan bahwa
apa yang Anda minta adalah sesuatu yang tidak bisa dia penuhi. Anda
bisa memintanya melakukan sesuatu yang cukup berat: tetapi Anda
butuhkan. Dan jika dia mau memenuhinya, tentu tidak ada salahnya
jika Anda juga membantunya.
Ada tambahan lain yang menarik dan efektif untuk teknik ini.
Perhatikan penggunaan kata “karena” dalam contoh di atas -ada
sebuah alasan yang mendasari penggunaan kata ini, Penelitian yang
dilakukan oleh langer, Blank dan Chanowitz (1978) menemukan bahwa
kata “karena” memiliki kekuatan yang menakjubkan.
Ketika menyela kerumunan orang yang menggunakan mesin foto
kopi, pencacah data langer berkata, “Maaf, bolehkah saya
menggunakan mesin Xerox-nya?” kurang dari setengah orang-orang itu
menyetujuinya. Hal, yang menakjubkan adalah, langer menemukan
bahwa para pencacah datanya bisa membuat hampir setiap orang
setuju ketika dia mengubah ungkapan permintaannya menjadi “Maaf,
bolehkah saya menggunakan mesin Xerox-nya karena saya harus
memfoto kopi?” Alasan yang sungguh konyol: tentu, Anda memerlukan
mesin fotokopi, untuk memfotokopi. Tetapi, mengapa alasan itu sangat:
efektif? Sebab kata “karena” memicu penerimaan tak sadar orang
bahwa penjelasan yang mengikutinya adalah valid. Kita mendengar
sesuatu dan kita nyaris selalu memiliki respons. Pavlovian dalam
menerimanya. [Teori ini berasal dari studi seorang fisiologi rusia, Ivan
Petrovich Pavlov (1849-1936), tentang anjing. Sebelum memberi
makan anjing, Pavlov selalu membunyikan bel. Akhirnya, anjing-anjing,
itu selalu mengeluarkan air liur jika mendengar bunyi bel, meskipun
tidak ada makanan, peny.].
Entah kalimat setelah kata “karena” itu masuk akal ataukah tidak,
kita menganggapnya masuk akal dan karenanya, kita tidak mau
bersusah-susah memproses penjelasan yang mengikutinya.
Jadi ketika Anda ingin mengatakan “tidak”, katakana saja.
Gunakan kata karena dan mintalah sesuatu kepadanya setelah itu.
Percakapan Anda akan berakhir dengan baik, tanpa ada yang
dikecewakan,



Butir Penting
Jika Anda tidak yakin bisa membantu dia, jangan katakan
bahwa Anda tidak yakin atau bahwa Anda akan
memikirkannya. langkah terbijak di awal ketika dimintai
bantuan adalah menjawab dengan tegas, “Ya!” Jika Anda bisa
melakukannya, itu akan baik, tetapi jika Anda tidak bisa mela-
kukannya, dia setidaknya mengetahui bahwa Anda telah
berusaha karena sejak awal Anda telah, mengiyakan dengan
antusias. Karenanya, alasan mengapa Anda tidak
melakukannya bukanlah karena Anda tidak ingin, melainkan
karena Anda tidak bisa melakukannya. Jadi di awal ketika
dimintai bantuan, jawablah segera dengan, “Tidak masalah “
Dengan begitu, jlka pada akhirnya Anda tidak bisa
melakukannya, Anda tidak tampak hanya mencari-cari alasan.




Ringkasan Strategi
Ketika Anda menolak permintaan seseorang, mintalah sesuatu
kepadanya tepat setelah Anda berkata “tidak” terhadap
permintaannya. Dengan meminta sesuatu kepadanya, di mana
dia kemungkinan besar tidak bersedia memenuhinya, Anda
telah membayar utang Anda segera setelah dia menolak
permintaan Anda.
-  Ketika Anda menolak permintaannya dan sebelum Anda
memintanya melakukan sesuatu untuk Anda, gunakanlah kata
“karena” dalam alasan Anda. Kata “karena” memicu penerimaan
tak sadar bahwa penjelasan yang mengikuti kata ini adalah
valid.



Comments