APAKAH CIRI-BAWAAN dan sifat-pribadi yang membangkitkan
rasa persahabatan dan rasa suka dalam diri kita sulit dipahami? Anda
akan segera mengetahui bahwa ciri dan sifat itu sangatlah mudah
dipahami. Bahkan, ciri dan sifat itu bisa diperas menjadi rumus
sederhana yang dapat membantu mengembangkan kimia alami Anda
dengan siapapun.
Sebenarnya, perasaan suka atau tidak suka kita pada seseorang,
muncul melalui serangkaian proses yang sebagian besar terjadi di alam
bawah sadar kita. Perasaan itu tidak muncul secara kebetulan. Namun,
karena kita tidak menyadari prosesnya, maka perasaan itu seolah-olah
muncul tanpa banyak sebab atau alasan. Begitulah kenyataan yang
sesungguhnya. Berikut ini adalah daftar dan pembahasan lengkap
tentang sembilan hukum dan fenomena psikologis yann mempengaruhi,
menentukan dan bahkan mengubah pandangan kita tentang seseorang,
sehingga Anda bisa membuat siapapun menyukai Anda.
Jangan lupa, penelitian menundukkan bahwa rasa suka kita pada
seseorang bisa mempengaruhi pandangan kita tentang seberapa
menarik fisik orang itu dan bahwa kita cenderung lebih menyukai
sesorang yang kita anggap menarik. Jadi bab ini dan satu bab
berikutnya memiliki kepaduan dan bisa digunakan sebagai sebuah
strategi utuh.
1. HUKUM PERGAULAN
Hukum pergaulan akan dibahas secara lebih rinci dalam seluruh
artikel ini. Tetapi, dalam bab ini, ia akan diterapkan dengan sangat
khusus. Singkatnya, dengan memberikan rangsangan yang
menyenangkan orang lain akan senang bergaul dengan Anda. Penelitian
menyimpulkan bahwa jika, misalnya, Anda sedang menjalani liburan,
Anda akan menularkan rasa senang Anda kepada siapapun yang ada di
sekitar Anda dan berikutnya Anda akan lebih menyukai mereka.
Sebaliknya, penelitian tentang masalah yang sama menunjukkan bahwa
ketika Anda sakit perut, misalnya, orang-orang di sekitar Anda akan
artikel ini. Tetapi, dalam bab ini, ia akan diterapkan dengan sangat
khusus. Singkatnya, dengan memberikan rangsangan yang
menyenangkan orang lain akan senang bergaul dengan Anda. Penelitian
menyimpulkan bahwa jika, misalnya, Anda sedang menjalani liburan,
Anda akan menularkan rasa senang Anda kepada siapapun yang ada di
sekitar Anda dan berikutnya Anda akan lebih menyukai mereka.
Sebaliknya, penelitian tentang masalah yang sama menunjukkan bahwa
ketika Anda sakit perut, misalnya, orang-orang di sekitar Anda akan
cenderung kurang menyukai mereka. Tentu saja, selain memberikan
rangsangan yang menyenangkan, ada banyak hal lain yang bisa
dilakukan untuk membangkitkan perasaan suka orang lain pada kita.
Tetapi, langkah ini bisa memghasilkan perasaan yang kuat, entah itu
baik maupun buruk, terhadap Anda.
Jadi jika Anda ingin disukai seseorang, bicaralah dengannya ketika
suasana hatinya sedang baik atau ketika dia sedang senang atau
gembira akan sesuatu. Perasaan-perasaan itu akan dia tambatkan atau
tularkan pada Anda dan dia akan memandang Anda baik.
"Butir Penting "
Terkadang, Anda bisa mengetahui dengan mudah bahwa
suasana hati seseorang sedang baik. Tetapi jika anda tidak
yakin, lihatlah wajahnya.
1. Jika suasana hatinya sedang baik, dia mungkin menyapa
Anda dengan senyuman mekar dan mata yang terbuka
lebar: Jika dia menyapa Anda dengan senyuman tipis
“basa-basi” senyum yang tidak melibatkan semua bagian
wajahnya – maka ini artinya senyuman yang dipaksakan
dan biasanya menunjukan suasana hati seseorang yang
sedang tidak baik.
2. Kontak mata adalah petunjuk penting untuk mengetuhui
suasana hati seseorang. Ketika suasana hati kita baik, kita
cenderung mengadakan kontak mata langsung. Sebaliknya,
ketika suasana hati kita buruk, kita cenderung melihat
kebawah dan berpaling dari lawan bicara kita.
Pepatah lama bahwa “keakraban membiakkan kebencian” memang
banyak diterima orang, Tetapi, menariknya, pepatah itu ternyata tidak
benar. Nyatanya, yang terjadi adalah justru sebaliknya. Banyak
penelitian yang menyimpulkan bahwa semakin sering Anda berinteraksi
dengan seseorang, semakin dia menyukai Anda.
Menurut Moreland dan Zaonc (1982), keseringan menampakan diri
menimbulkan apresiasi dan rasa suka yang lebih besar (asalkan reaksi
awalnya tidak negatif). Hal ini benaku untuk apa saja-orang, tempat,
ataupun produk semakin sering muncul, semakin positif tanggapan
terhadapnya. Itulah sebabnya mengapa perusahaan perusahaan
terkadang hanya mengiklankan gambar atau nama produk tanpa
menjelaskan kegunaan dari produk itu. Mereka tidak mengatakan
kepada kita betapa hebat produk mereka, tetapi hanya mengingatkan
kita tentang produk itu, Keseringan penampakan bisa dengan sendi-
rinya meningkatkan penjualan atau, perolehan suara; sebuah fenomena
yang sering dieksploitasi oleh para pengiklan dan politikus. Sebegitu
kuatnya pengaruh dari faktor tingkah laku manusia ini sehinggla
penelitian menunjukkan bahwa huruf yang muncul pada nama kita pun
terasa lebih menarik daripada huruf yang tidak terdapat pada nama
kita.
Hanya dangan lebih sering berdekatan secara fisik, Anda akan
samakin lekat di hati seseorang. Kadang-kadang, kita membuat
kesalahan dengan mencoba tampil misterius, berjarak atau tak tampak
di hadapan seseorang. Padahal, dengan berbuat itu, kita mengurangi
jumlah interaksi kita, Berbagai penelitian menyimpulkan. bahwa kita
akan berteman dangan dan cenderung lebih menyukai, orang-orang
yang paling dekat secara fisik dengan kita, karena kedekatan
meningkatkan interaksi. (Namun, Anda tidak perlu khawatir
menggunakan hukum kelangkaan jika Anda tidak mengmginkan
seseorang tertarik pada Andal Hal itu karena rasa suka dan katertarikan
mengikuti paradigma yang berbeda, Kita akan belajar lebih banyak
tentang hukum ini pada bagian ini.)
Banyak sekali penelitian (dan juga akal sehat) yang membuktikan
bahwa kita cenderung lebih menyukai orang-orang yang menyukai.
kita. Ketika kita mengetahui bahwa seseorang memandangi kita baik,
kita secara tak sadar terdorong untuk memandang orang itu:
menyenangkan, Karenanya, jika Anda benar-benar ingin disukai dan
dihormati seseorang, Anda harus menunjukkan kepadanya bahwa Anda
menyukai dan menghormatinya.
Butir Penting
Bagaimana jika seseorarg sama sekali tidak menyukai saya?
Cukup mengherankan, berbagai penelitian menyimpulkan
bahwa, jika seseorang pada awalnya tidak menyukai Anda dan
perlahan-lahan mulai menyukai anda, dia pada akhirnya akan
lebih menyukai Anda daripada jika dia telah menyukai Anda
sejak awal. Ingat, jika Anda tidak memiliki hubungan akrab
dengan seseorang, jangan langsung menganggap dia sahabat
terbaik Anda. Penelitian menunjukan kepada kita bahwa
disukai secara perlahan-lahan jauh lebih efektif daripada
serta-merta menjadi sahabat terbaik seseorang. Jadi jangan
terlalu benebihan dan “serta-merta” menganggap dia sahabat
terbaik Anda. Untuk menggunakan hukum saling menyukai
secara perlahan-lahan ini, tunjukkan kepadanya bahwa Anda
sangat menyukainya.
Tidak benar bahwa hal-hal yang berlawanan itu menarik. Kita
sebenarnya lebih menyukai orang-orang yang punya kesamaan atau
satu minat dengan kita. Kita mungkin menganggap seseorang menarik
karena dia begitu berbeda dari kita. Tetapi, sesungguhnya, persamaan
dan kebersamaanlah yang menghasilkan rasa saling suka, rasa suka
mengundang rasa suka. Ketika Anda berbicara dengannya, bicarakanlah
sesuatu yang sama-sama kalian sukai atau sesuatu yang sama-sama
kalian miliki.
Prinsip yang mirip dengan Hukum ini adalah “kawan
seperjuangan.” Pada dasarnya, orang yang sama-sama menjalani
situasi, hidup tak menentu cenderung menjalin ikatan yang mendalam.
Sebagai contoh, para tentara di peperangan atau kelompok pejuang
yang sama-sama mendapat perlakuan sewenang-wenang biasanya me-
ngembangkan persahabatan yang kuat. Prinsip ini juga merupakan
metode pengikatan yang ampuh bagi orang-orang yang memiliki
pengalaman serupa namun tidak menjalaninya secara bersama-sama.
Itulah sebabnya mengapa dua orang yang tak pernah bertemu tetapi
memiliki pengalaman yang sama -entah itu sebuah penyakit ataukah
memenangkan undian barhadiah- bisa seketika menjadi sahabat.
Kesadaran bahwa “dia memahami saya”lah yang membangkitkan
perasaan perasaan hangat bersama orang lain yang sepengalaman.
Semua itu menunjukkan bahwa kita ingin dimengerti. Pengalaman-
pengalaman mendalam kita bisa turut membentuk kita menjadi siapa
diri kita hari ini: karenanya, orang lain yang sepengalaman kita anggap
dapat “mengetahui dan memahami.” kita sepenuhnya.
Bagaimana seseorang bersimpati pada Anda sangat ditentukan
oleh cara Anda membuat dia nyamam. Anda bisa saja mendekatinya
setiap hari agar dia menyukai Anda dan memandang Anda baik. Tetapi,
bagaimana Anda bisa membuat dia bersimpati jika dia merasa tak
nyaman di dekat Anda. Pernahkah Anda rasakan betapa senangnya
berada di dekat orang yang perluh pengertian, tulus, baik hati dan
hangat? Sebaliknya, pernahkah Anda rasakan betapa resahnya
menghabiskan waktu lima menit bersama orang yang uring-uringan
atau suka mencela? Orang semacam itu hanya mendatangkan aura
negatif dalam kehidupan Anda. Orang yang membuat orang lain merasa
nyaman-lah yang paling disukai.
Penyesuaian diri menciptakan kepercayaan, yang memungkinkan
Anda membangun jembatan psikologis dengan seseorang. Parcakapan
mungkin akan lebih positif dan menyenangkan jika kedua belah pihak
“saling sesuai”. Sebagaimana kita cenderung menyukai orang yang
seminat, kita secara tak sadar juga terdorong untuk menyukai
seorang ketika dia “berpenampilan seperti kita,” Hal ini berarti bahwa
kita cenderung menganggap seseorang menyenangkan jika gerak tubuh
dia atau kata-kata dan ungkapan yang digunakannya, sama dengan
kita, Pembahasan lebih lanjut tentang keterampilan menyesuaikan diri
ini akan dibahas di bab-bab yang lain. Untuk bab ini, ada dua tip
penting dalam menciptakan dan membangun komunikasi:
Menyesuaikan sikap dan gerak tubuh. Misalnya, jika dia
memasukkan satu tangannya ke dalam saku, masukkan juga
tangan Anda ke dalam saku. Jika dia melakukan gerak isyarat
tertentu dengan tangannya, selang beberapa saat dan tanpa
tampak dibuat-buat, lakukanlah gerakan yang sama.
Menyesuaikan gaya bicara. Cobalah menyesuaikan diri dengan
nada bicaranya. Jika dia berbicara dalam nada rendah dan santai,
lakukanlah hal yang sama. Jika dia berbicara dengan cepat,
mulailah berbicara dengan cepat.
Penelitian tentang sifat-sifat manusia menunjukkan bahwa kita
akan lebih tidak menyukai orang lain setelah kita menyakitinya. Namun,
perlu dicatat, saya tidak sedang mengatakan bahwa kita cenderung
menyakiti orang-orang yang tidak kita sukai, meskipun hal ini mungkin
saja benar. Yang ingin saya katakan adalah ketika kita melukai orang
lain, baik secara sengaja maupun tidak, secara tak sadar kita terdorong
untuk tidak menyukainya. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi
pertentangan batin, Teori pertantangan kognitif yang benaku disini
menyatakan bahwa kita merasa tak nyaman ketika kiita melakukan
sesuatu yang tidak sesuai dengan cara kita melihat diri kita sendiri.
Karenanya, untuk mengurangi konflik batin, kita merasionalisasi
tindakan kita itu agar sejalan dengan konsep diri kita. Konflik batin
yang muncul adalah, “Mengapa aku melakukan hal itu padanya?”
Rasionalisasi kita kemudian, “Ini pasti karena aku benar-benar tidak
menyukainya dan dia berhak mendapatkannya. Jika tidak, aku pastilah
orang yang jahat dan ceroboh dan aku tidak seperti itu.” Rasionalisasi
ini juga berlaku sebaliknya. Kita akan lebih menyukai seseorang setelah
kita berbuat baik padanya. Jika kita berbuat baik pada seseorang,
kemungkinan besar kita akan berperasaan positif terhadapnya.
Jika Anda bisa membuat dia berbuat sedikit kebaikan pada Anda,
hal itu akan membangkitkan perasaan senang dan hangat dia pada
Anda. Sering kali, ketika berupaya membuat orang lain menyukai kita,
kita melakukan kesalahan dengan berbuat hal-hal menyenangkan
untuknya. Dan meskipun dia akan menghargai kebaikan Anda dan
memandang Anda orang yang menyenangkan, perbuatan Anda itu
tidaklah lantas membuat dia lebih menyukai Anda, sekalipun dia makin
memandang Anda orang yang menyenangkan. Padahal, yang Anda
inginkan adalah dia menyukai Anda, bukan sekadar percaya bahwa
Anda orang baik. Kondisi ini bisa diperbaiki dengan membuat dia
melakukan sesuatu untuk Anda, bukan dengan melakukan sasuatu
untuk dia.
Melihat orang yang Anda kagumi melakukan tindakan bodoh atau
konyol akan membuat Anda lebih menyukainya (Aronson, Winerman
dan Floyd, 1966). Berlawanan dengan pandangan kebanyakan orang,
tampil sempurna atau perluh percaya diri. tidak selalu mendatangkan
hasil yang diinginkan-artinya, penampilan semacam itu jarang
membuat Anda lebih disukai dan dipandang baik. Bila Anda ingin lebih
disukai, lakukan sesuatu yang konyal atau memalukan dan
tersenyumlah pada diri, sendiri. Jangan mengingkari atau barpura-pura
bahwa hal itu tidak pernah terjadi Humor yang mencela diri sendiri
adalah cara ampuh untuk mengambil, hati siapapun.
Jika Anda menunjukkan pada orang lain bahwa Anda tidak terlalu
menjaga penampilan, hal itu akan membuat mereka merasa lebih dekat
dengan Anda dan ingin berada di sekitar Anda. “Tak seorang pun
menyukai! orang yang suka pamer” atau orang yang begitu bangga
akan dirinya dan menganggap dirinya sempurna. Kita cenderung suka
dan tertarik pada orang yang tidak angkuh atau egois. Menunjukkan
bahwa Anda bisa tertawa pada diri Anda sendiri membuat Anda jauh
lebih mudah didekati dan disukai. Hal ini sering tidak sejalan dengan
apa yang kita anggap harus kita lakukan.
Dengan berusaha tampil “dingin” dan “penting,” orang lain akan
memandang kita terlalu menjaga penampilan dan kepercayaan-diri
semu semacam ini banyak dibenci orang.
Aspek sifat manusia ini membingungkan banyak orang, karena
kenyataannya kita menyukai orang yang percaya diri; kita tertarik dan
suka pada orang yang memiliki kepercayaan diri. Tetapi, kita tahu
bahwa orang yang percaya diri tidaklah perlu memamerkan kepada
dunia betapa hebat dia, tetapi membiarkan dunia tahu dengan
sendirinya. Jadi orang yang sombong dan angkuh adalah orang yang
dalam batinnya merasa kecil dan kita cenderung tidak suka dan tidak
tertarik pada orang semacam itu, Orang yang percaya diri dan bernyali
tinggi adalah orang mudah tertawa atas kasalahannya sendiri dan tidak
takut membiarkan orang tahu bahwa dia hanyalah manusia biasa. Jadi
Anda bisa melihat bahwa mereka yang percaya diri tidak berkonflik
dengan orang lain. Tidak terlalu menjaga penampilan dan mengakui
kesalahan kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa kita percaya
diri.
Seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya. kita menyukai
orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Tetapi, ada satu:
pengecualian dalam kaidah ini, Tak seorang pun ingin berada di sekitar
orang yang pemurung serta mudah depresi dan pesimis. Kita semua
mancari, menyukai dan mengagumi orang yang barpandangan dan
benyawasan positif tentang kehidupan. Mengapa? Karena kita semua
ingin menjadi sosok semacam itu. Dan melihat semangat yang
diidamkan ini ada pada seseorang akan membuat kita lebih manyukai
dia. Anda mungkin mengenal seseorang -atau bahkan diri Anda sendiri-
yang jengkel melihat orang lain bisa bangun tidur sambil tersenyum
riang. Padahal, pada tingkat tertentu, kita sebenarnya tertarik pada
sikap positif seperti itu dan pada orangnya. Pikirkan orang-orang dalam
hidup Anda yang membuat Anda tidak betah berada di sekitar mereka.
Orang-orang itu mungkin selalu mengeluh tentang sesuatu, mudah
jengkel terhadap orang lain dan suka mencela sesuatu, Sebagaimana
sikap percaya diri, sikap positif terhadap kehidupan akan membantu
Anda mengubah diri menjadi magnet penarik perhatian dan rasa suka
dari siapapun.
Tapi, tunggu dulu! Benarkah para pemurung suka mencari teman?
Sebenarnya, ya. Para pemurung senang berada di sekitar orang lain
yang juga sedang gundah dalam hidupnya, Tetapi, karakter ini tidak
membuat mereka semakin menyukai satu sama lain. Pemurung senang
bersimpati kepada dan berkeluh-kesah dengan, pemurung lainnya.
Segera setelah suasana hatinya baik, dia akan meninggalkan teman
yang mengandung racun dan sedang mengalami gangguan itu, Dia
mancari pelipur lara dengan orang yang sependeritaan, tetapi ketika dia
merasakan bahwa cara itu tidak lagi berguna, maka dengan cepat dia
akan memutus hubungan tersebut. Hal ini terjadi karena dia
sebenarnya tidak pernah menyukai teman pemurungnya; dia hanya
menikmati kesamaan sikap saja
Ringkasan Strategi
- Beradalah di sekitar orang sesering mungkin, karena keakraban
menumbuhkan rasa sayang, bukan rasa benci!
- Jika hendak berbicara dengan seseorang, lakukanlah ketika
suasana hatinya sedang baik, sehingga hukum pergaulan bisa
berlaku. Bicarakanlah minat atau pengalaman yang sama-sama
pernah kalian alami dan cobalah untuk lebih banyak
mendengar, jangan terlalu banyak bicara,
- Terapkan hukum saling menyukai jika Anda menghormati dia
atau mengagumi sesuatu yang ada pada dirinya, pastikan dia
mengetahui hal ini.
- Buatlah dia melakukan sedikit kebaikan pada Anda, tetapi
pastikan bahwa hal itu tidak mengandung kesan perintah. Hal
ini menciptakan motivasi tak sadar dia untuk lebih menyukai
Anda.
- Bangunlah jembatan psikologis dan lakukanlah komunikasi
dengan meniru gerak tubuh dan manyesuaikan diri dengan
tempo dan nada bicaranya.
- Kita tertarik pada orang-orang yang percaya diri, tunjukkan
kepercayaan diri Anda dengan mampu tertawa pada diri Anda
sendiri dan tidak terlalu menjaga penampilan.
- Buatlah dia merasa nyaman. Jadilah pengertian, baik hati, tulus dan hangat.
orang yang perlu
- Milikilah sikap mental yang positif. Kita tertarik pada orang yang
antusias, bergairah, periang dan aktif.
- Lihat artikel selanjutnya, Agar Siapapun Memandang Anda sangat Menarik,
karena kita cenderung lebih menyukai orang yang kita anggap
menarik, baik sesama jenis maupun lawan jenis.
LANJUTAN

Comments
Post a Comment