TIPS DAN TRICK AGAR SIAPAPUN MEMANDANG ANDA EMAS MURNI





Kaidah Menjual Diri dalam Setiap Bidang Kehidupan
BERIKUT INI ADALAH salah satu kenyataan terbesar dalam hidup:
jika Anda tidak manarif harga diri Anda sendiri, orang lainlah yang akan
melakukannya. Bagaimana cara mendapatkan tawaran terbaik,
keuntungan maksimal atau titik puncak dalam segala hal? Inilah
caranya: mintalah setinggi bintang agar Anda mendapatkan yang
setinggi bulan, Di bab sebelumnya, kita telah membicarakan cara
menguatkan pengaruh dalam setiap hubungan. Tetapi, setelah Anda
berada dalam hubungan semacam itu, Anda perlu memanfaatkan
kekuatan hukum ini untuk mamaksimalkan keuntungan. Segara
sesuatu dalam hidup ini nyaris bersifat subjektif. Hal ini berarti bahwa
tidak ada kebenaran mutlak dan pendapat cenderung menjadi fakta di
hampir semua situasi baru. Kemudian, semua informasi akan disaring
melalui struktur keyakinan baru itu. Jika Anda ingin manarif harga diri
Anda atau sesuatu yang Anda miliki, Anda harus menciptakan citra
yang benar. Dalam bernegosiasi, mulailah dengan harga yang sangat
tinggi, sekalipun harga itu agak tidak masuk akal. Hal ini penting
dilakukan karena Anda berarti telah mengawali pembicaraan. (Ingat,
Anda tidak sedang ingin ditartawakan karena harga tinggi yang Anda
pasang, tetapi Anda sedang berusaha agar dianggap serius). Setiap kita
bertransaksi, dengan seseorang atau untuk sesuatu, yang belum
diketahui nilainya, orang pertama yang memberikan penilaianlah yang
akan menentukan harganya. Jelasnya, ketika kita membicarakan nilai
seseorang, kita sedang membicarakan nilai itu! dalam kaitannya
dengan orang lain, bukan dalam kaitan dengan nilai dia sebagat
manusia. Karena itu, nilai adalah kuantitas yang tak diketahui, yang
persepsi atasnya bisa diubah dengan menerapkan dua prinsip psikologi
khusus.



Setiap kali bertransaksi atas sesuatu yang abstrak nilainya,
tentukanlah harga sesuka Anda dan sepanjang tidak ada nilai baku
untuknya, Anda tidak akan dianggap tidak masuk akal. Misalnya saja
Anda seorang fotografer amatir-memotret hanya untuk hobi -dan
seseorang ingin menyewa Anda sebagai pekerja lepas. Berapa Anda
akan memasang tarif? Misalkan beberapa fotografer profesional
memasang tarif Rp 5.000.000 per hari. Apakah Anda selevel dengan
mereka? Mungkin tidak, tetapi jika Anda memasang tarif Rp 250.000
per hari Anda jelas tidak akan dianggap sebagai salah satu fotografer
terbaik. Akankah Anda ditertawakan jika Anda memasang tarif Rp
2.000.000 per hari? Tentu tidak, Sekalipun. Anda berpikir bahwa
mereka tidak akan mampu membayar Anda sebanyak itu, tetapi kini
Anda sedang bernegosiasi dari titik awal yang sangat tinggi -harga awal
yang sudah Anda tetapkan. Pada akhirnya, Anda dapat memasang
harga jauh di bawah harga tersebut dan mereka akan senang karena
tidak mendapatkan fotografer yang berkualitas Rp 500.000. Mereka
akan merasa talah menyewa fotografer kelas Rp 2.000.000 per hari
hanya dengan membayar Rp 500.000!
Mari kita lihat bagaimana hukum ini mempengaruhi kita dalam
kehidupan sehari-hari, Miisalnya saja Anda sedang berberlanja dan
melihat sebuah jaket yang menurut Anda cukup murah harganya, yakni
Rp 170.000. Anda akan berpikir, “Oke, lumayan.” Tetapi, Anda
kemudian mengetahui bahwa harga jaket itu ternyata adalah Rp
1.700.000. Anggapan Anda tentang jaket Itu pasti seketika berubah,
Anda mulai menyadari bahwa jaket yang menurut Anda cukup bagus itu
ternyata memiliki kualitas bahan dan jahitan yang istimewa dan Anda
pun mencermatinya dengan teliti dan mengatahui mengapa jaket itu
begitu mahal. Ketika harganya Rp 1.700.000, Anda mungkin tidak
membelinya. Tetapi, jika pada minggu berikutnya jaket itu dijual
dengan harga Rp 490.000, Anda pasti langsung membelinya. Mengapa?
Karena nilai yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selain harga, ada faktor lain yang turut menentukan nilai, Kriteria
lain yang menentukan harga adalah ketersediaan. Singkatnya, semakin
langka sesuatu, semakin tinggi orang menilainya. Emas, minyak dan
berlian jauh lebih bernilai daripada air dan udara yang tersedia secara
melimpah, Sekalipun kita sangat membutuhkan air dan udara, tetapi
emas dan parhiasanlah yang kita anggap lebih bernilai, (Namun, tentu
saja, air menjadi lebih berharga dari intan dan berlian manakala ia
sangat sulit diperoleh).
Lalu, bagaimana Anda menetapkan “harga” diri Anda dalam
hubtngan pribadi? Anda bisa membuat diri Anda lebih berharga dengan
menjadikan diri Anda tidak mudah diperoleh. Dalam hubungan seksual,
misalhya, jika Anda sejak awal mengobralnya kepada pasangan Anda,
maka seks dan diri Anda sendiri akan kurang dihargai. Hal ini berlaku
bagi laki-laki maupun perempuan. Dalam dunia kerja, jika Anda terlalu
mengalah pada kepentingan atasan, apa kira-kira persepsi teman kerja
dan bos Anda? Apakah Anda akan dianggap barharga ataukah hanya
seonggok benda? 



Ringkasan Strategi
- Harga dan ketersediaan adalah dua faktor psikologis yang
sangat menentukan nilai suatu benda atau manusia. Manipulasi
terhadap dua faktor ini dapat meningkatkan atau menurunkan
penilaian dan penghargaan kita terhadap sesuatu ataupun
seseorang.[]

Comments